Pengobatan Terhenti, Bantu Fariz Melanjutkan Operasi
Donasi terkumpul
Rp 100.729
Target penggalangan
Rp 50.000.000
1 Donasi
Penggalangan selesai
Informasi Penggalang Dana
Penggalang Dana
M Budi Dharma
Kotak Dana ini telah ditinjau dan disetujui untuk dipublikasikan.
Rencana Penggunaan Dana
Biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Fariz diperkirakan sekitar Rp50.000.000, dengan rincian sebagai berikut: sekitar Rp30.000.000 untuk biaya susu dan popok, serta sekitar Rp20.000.000 untuk biaya vitamin, tambahan gizi, dan obat penunjang. Biaya ini sangat dibutuhkan untuk memastikan Fariz dapat terus mendapatkan perawatan yang dibutuhkan demi kesembuhannya.
Cerita
24 Desember 2024
Penerima dana
Fariz Al-Fatih
Sakit yang diderita
Hidrosefalus + Spina Bifida + Epilepsy
Dokumen Terverifikasi
Lokasi
KOTA TANJUNG BALAI
Penggalang Dana dan Pasien
Perkenalkan, nama saya M. Budi Dharma, usia 27 tahun. Saya bekerja sebagai pendamping pasien kesehatan dan saat ini ingin membantu biaya pengobatan adik Fariz Alfatih. Fariz adalah seorang anak yang membutuhkan uluran tangan kita semua untuk melanjutkan pengobatannya. Saya berharap dapat berkontribusi dalam upaya ini dan mengajak Anda untuk bersama-sama memberikan dukungan terbaik untuk kesembuhan Fariz.

Riwayat Penyakit dan Pengobatan
Saat Fariz lahir ke dunia, tepat di usianya yang baru 7 hari, kepalanya mulai membengkak. Orang tuanya segera membawanya ke Puskesmas setempat untuk diperiksa. Namun, saat itu Fariz hanya diberi obat penenang sementara tanpa penanganan lebih lanjut. Keluarga berharap kondisi Fariz segera pulih dan ia dapat tumbuh dengan sehat seperti anak-anak lainnya.

Namun, takdir berkata lain. Hari demi hari, kepala Fariz terus membesar hingga dokter mendiagnosisnya mengidap penyakit Hydrocephalus, yang menyebabkan pembengkakan berkelanjutan di kepalanya. Tak hanya itu, tubuh kecil Fariz juga harus menghadapi sejumlah penyakit lain yang menyertainya, seperti komplikasi yang semakin memperberat kondisinya. Meski begitu, Fariz adalah anak yang kuat. Ia terus berjuang untuk bertahan dan menjalani hidup dengan penuh harapan akan kesembuhan.

Orang tua Fariz hanya bekerja sebagai pedagang kecil dengan penghasilan sekitar Rp50.000–Rp60.000 per hari. Pendapatan yang terbatas ini harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan Fariz, termasuk biaya pengobatannya, serta kebutuhan sehari-hari keluarga di rumah, termasuk saudara-saudaranya. Kondisi ini membuat perjuangan mereka untuk mendukung kesembuhan Fariz menjadi semakin berat.

Kondisi dan Rencana Penggunaan Dana
Kebutuhan Fariz yang harus dipenuhi sangat banyak, namun keterbatasan ekonomi membuat pengobatannya terhenti dan banyak kebutuhannya tidak terpenuhi. Dengan kondisi yang sulit, orang tua Fariz hanya mampu membeli susu dan popok sachet untuk Fariz. "Uangnya tidak cukup, ada biaya makan lagi di rumah untuk abang dan kakaknya Fariz," ujar orang tua Fariz dengan penuh kesedihan. Situasi ini membuat mereka sangat membutuhkan uluran tangan untuk melanjutkan pengobatan dan memenuhi kebutuhan Fariz.

Keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama bagi kelanjutan perawatan medis Fariz. Akibatnya, Fariz hanya dapat dirawat di rumah secara mandiri dan seadanya, tanpa mendapatkan perawatan medis yang optimal.
Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, ayah Fariz bekerja keras mencari tambahan penghasilan sebagai tukang ojek online dan offline. Ia berdoa agar setiap usaha yang dilakukan cukup untuk memenuhi kebutuhan Fariz, yang memang sangat besar, terutama untuk biaya pengobatan dan perawatan lainnya. Meski dalam kesulitan, mereka tetap berusaha semampunya demi kesehatan dan masa depan Fariz.

Doa dan Harapan
Harapan orang tua Fariz adalah agar ia dapat kembali sembuh dan tumbuh menjadi anak yang sehat dan normal, seperti layaknya anak-anak pada umumnya.

Kotak Dana Selesai
Terima kasih atas dukungan Anda. Penggalangan telah ditutup.